Welcome to my blog :)

rss

2 Apr 2010

Asuhan Kebidanan Antenatal Di Komunitas

Asuhan Antenatal Di Komunitas
Ns. Dafid Prawito, S. Kep

Pendahuluan
Pemberian asuhan kehamilan tidak hanya dilakukan di klinik saja, tetapi dapat dimulai dari sub sistem masyarakat (keluarga)
Semua ibu hamil berpotensi mempunyai resiko terjadinya bahaya/komplikasi dalam persalinan.
Dampak komplikasi persalinan antara lain : Death; Disease; Disability; Discomfort; Dissatisfaction

Pengertian
Pemeriksaan kehamilan untuk melihat dan memeriksa keadaan ibu dan janin yang dilakukan secara berkala.
Tiap hasil pemeriksaan diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan selama kehamilan.
Pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.

Tujuan
Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan serta pertumbuhan dan perkembangan bayi
Mendeteksi adanya komplikasi yang dapat mengancam jiwa ibu dan janin
Merencanakan asuhan khusus sesuai dengan kebutuhan
Mempersiapkan persalinan serta kesiagaan dalam menghadapi komplikasi
Mempersiapkan masa nifas dan pemberian ASI eksklusif

Standar Minimal Antenatal
Timbang BB;ukur Tek darah; TFU
Pemantauan selama masa kehamilan untuk melihat indikator kesejahteraan ibu dan janin
Dilakukan setiap kali kunjungan
Kunjungan dilakukan :
- Sampai 28 minggu : 4 minggu sekali
- 28 - 36 minggu : 2 minggu sekali
- Di atas 36 minggu : 1 minggu sekali
Imunisasi TT
Salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi atau neonatus yang disebabkan oleh tetanus
TT 1 diberikan saat ANC pertama, dilanjutkan TT 2 setelah empat minggu dari TT 1
Diharapkan bayi yang dilahirkan akan terlindung dari Tetanus Neonatorum (3 Tahun)
Tablet Zat Besi
Tindakan pencegahan terhadap anemia dalam kehamilan
Kandungan dari obat FeSO4 320 (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 Ug
Dosis pemberian : 1 tablet pada saat ibu tidak mual
Efek samping : mual & konstipasi
Optimalisasi penyerapan : tidak diminum bersama teh atau kopi
Tes terhadap PMS
Ibu hamil resiko tinggi terhadap PMS, sehingga dapat mengganggu salura perkemihan dan reproduksi
Upaya diagnosis kehamilan dengan PMS di komunitas adalah melakukan diagnosis pendekatan gejala; memberikan terapi; konseling untuk rujukan
Temu Wicara (Persiapan Rujukan)
Memberikan konsultasi atau melakukan kerjasama penanganan
Tindakan yang harus dilakukan bidan dalam temu wicara, antara lain :
1.Merujuk ke dokter untuk konsultasi, menolong ibu menentukan pilihan yang tepat.
2.Melampirkan kartu kesehatan ibu beserta surat rujukan
3.Meminta ibu untuk kembali setelah konsultasi dan membawa surat hasil rujukan
4.Meneruskan pemantauan kondisi ibu dan bayi selama kehamilan
5.Memberikan asuhan Antenatal
6.Perencanaan dini jika tidak aman melahirkan dirumah
7.Menyepakati diantara pengambil keputusan dalam keluarga tentang rencana proses kelahiran
8.Persiapan dan biaya persalinan

Manajemen Asuhan Antenatal
Kunjungan Rumah
Kunjungan rumah yang minimal dilakukan selama ANC :
1.Satu kali kunjungan selama trimester I, sebelum minggu ke-14
2.Satu kali kunjungan selama trimester II, diantara minggu ke-14 sampai minggu ke 28
3.Dua kali kunjungan selama trimester III, antara minggu ke-23 sampai dan setelah minggu ke-36
Kunjungan ideal selama kehamilan :
1.Sedini mungkin, ketika ibu mengatakan terlambat haid
2.Satu kali setiap bulan sampai usia kehamilan 7 bulan
3.Dua kali setiap bulan sampai usia kehamilan 8 bulan
4.Satu kali setiap minggu sampai usia kehamilan 9 bulan
5.Pemeriksaan khusus apabila ada keluhan-keluhan

Standar Pelayanan ANC di Komunitas
Standar pelayanan meliputi :
1.Identifikasi ibu hamil
2.Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
3.Palpasi abdomen
4.Pengelolaan anemia pada kehamilan
5.Pengelolaan dini pada kasus hipertensi dalam kehamilan
6.Persiapan persalinan

ANC Di Rumah
Seorang bidan dapat melakukan beberapa hal berikut :
a.Bidan harus mempunyai data ibu hamil di wilayah kerjanya
b.Identifikasi ibu hamil melakukan ANC teratur
c.Bidan melakukan kunjungan ke rumah, bila ibu hamil tidak periksa kehamilannya
d.Kontrak waktu yang disepakati dengan ibu hamil
e.Pemeriksaan sesuai dengan standar, identifikasi rumah untuk proses persalinan

Pemilihan Tempat Persalinan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih tempat persalinan, antara lain :
Pengambilan keputusan dilakukan oleh ibu sendiri atas dasar konsultasi dengan bidan atau dokter untuk memilih tempat persalinan
Selama proses persalinan ibu memerlukan rasa aman, nyaman dan percaya terhadap orang yang menolong
Tempat persalinan harus direncanakan dengan baik untuk menghindari rujukan yang estafet.

Skrining Antenatal
Proses skrining menggunakan prinsip 4T : temu muka; temu wicara; temu faktor resiko; dan temu keluarga
1.Kehamilan Resiko Rendah (KRR)
Kehamilan normal tanpa masalah atau faktor resiko, kemungkinan besar persalinan normal, tetapi waspada akan adanya komplikasi persalinan
2.Kehamilan Resiko Tinggi (KRT)
Kehamilan dengan faktor resiko, baik dari sisi ibu maupun sisi janin, diperlukan rujukan ke rumah sakit
3.Kehamilan Resiko Sangat Tinggi (KRST)
Kehamilan dengan resiko ganda atau lebih dari dua faktor resiko baik dari ibu ataupun janin, dibutuhakan perawatan khusus dan adequat

Lankah-langkah Manajemen ANC
1.Ciptakan adanya rasa percaya dan membuat perasaan nyaman
2.Kaji riwayat kehamilan dan terapkan prinsip mendengarkan efektif
3.Anamnese secara lengkap
4.Melakukan pemeriksaan seperlunya
5.Pemeriksaan Laboratorium
6.Membantu persiapan persalinan dan kemugkinan darurat
7.Konseling sesuai kebutuhan
8.Persiapan persalinan yang aman dan bersih
9.Memberi nasehat pada ibu untuk mencari pertolongan apabila :
a.Perdarahan pervaginam
b.Sakit kepala lebih dari biasanya
c.Gangguan penglihatan
d.Pembengkakan pada wajah dan tangan
e.Nyeri abdomen
f.Janin bergerak tidak seperti biasanya
10.Pemberian tablet Fe 90 butir
11.Berikan suntikan TT dengan dosis 0,5cc
12.Jadwalkan kunjungan rumah berikutnya
13.Mendokumentasikan hasil kunjungan

0 komentar:

Poskan Komentar