Welcome to my blog :)

rss

23 Apr 2010

ASUHAN KEPERAWATAN BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA

PENDAHULUAN
Mrpk kelenjar yg terletak di bawah vesika urinaria yang melekat pada dinding bawah vesika urinaria di sekitar uretra bagian atas
Kira2 sebesar buah kenari, tdd kelenjar majemuk, saluran2 dan otot polos
Mengeluarkan sekret cairan yang bercampur sekret dari testis difungsikan menambah cairan alkalis pada cairan seminalis untuk melindungi spermatozoa terhadap tekanan yang terdapat pada uretra dan vagina

DEFINISI
Pembesaran atau hipertrofi prostate (kelenjar prostat mengalami pembesaran, memanjang ke atas ke dalam kandung kemih dan menyumbat aliran urine dengan menutup orifisium uretra (Smeltzer & Bare, 2002)
Pembesaran progresif dari kelenjar prostat (secara umum pada pria lebih dari usia 50 th) menyebabkan berbagai derajat obstruksi uretral & pembatasan aliran urinarius (Doengoes, 1999)

ETIOLOGI
Belum diketahui secara pasti
Diduga berkaitan dengan peningkatan kadar Dehidrotestoteron (DHT) dan proses aging

PATOFISIOLOGI
Pembesaran prostat secara perlahan akan memberikan efek perubahan juga perlahan
Tahap awal dari pembesaran prostat dapat terjadi peningkatan resistensi leher vesika & prostat sehingga detrusor menebal terbentuk tonjolan ke dalam kandung kemih dan trabekulasi (kandung kemih terlihat sepertti balok) serta mukosa menonjol menerobos keluar diantara serat detrusor (divertikulum), dapat disebut sebagai fase kompensasi otot dinding.
Bila keadaan berlanjut menjadikan detrusor menjadi lelah dan tak mampu lagi berkontraksi sehingga terjadi retensi urine, biasa disebut dengan Fase dekompensasi
Muncul gejala dan tanda obstruksi dan iritasi
Gejala & tanda obstruksi dapat dikarenakan detrusor gagal berkontraksi dengan cukup kuat atau gagal berkontraksi cukup lama kemudian kontraksi menjadi terputus
Gejala & tanda iritasi
- Krn hipersensitivitas oto detrusor
- Krn pengosongan yang tidak sempurna pada saat miksi
- Menyebabkan vesika sering berkontraksi meskipun belum penuh

1.Obtruksi:
- Hesitancy : penderita menunggu pada permulaan miksi
- Intermittency : Miksi terputus
- Straining : harus mengedan
- Menetes pada akhir miksi
- Pancaran miksi menjadi lemah
- Rasa belum puas sehabis miksi
- Waktu miksi memanjang, retensio urine, over flow, inkontinensia

2.Iritasi:
- Frekuenci : sering miksi
- Nokturia : terbangun malam hari untuk miksi
- Urgency : Miksi sulit ditahan / rasa ingin miksi sangat mendesak
- Disuria : nyeri saat miksi

MANIFESTASI KLINIS
- Tanda & gejala klinis : obstruksi & iritasi
- Pemeriksaan colok dubur
- Jumlah sisa urin
- Uroflowmetri
- Radiologi

Tanda & gejala WHO PSS (Prostate Syndrome Score) atau IPSS (International PSS)
PSS:
Menjawab beberapa pertanyaan tertutup
Masing2 terdapat skor untuk tiap2 jawaban  1 sd 5 atau 1 sd 7
Skor dijumlahkan
Terbagi menjadi 3
Ringan : jumlah skor 0 – 7
Sedang : jimlah skor 8 – 19
Berat : jumlah skor 20 – 34

Pertanyaan 1 – 6
0 = tidak pernah sama sekali
1 = kurang dari sekali dari 5 kejadian (<20%)
2 = kurang dari separuh kejadian (<50%)
3 = ± separuh dari kejadian (50%)
4 = > dari separuh kejadian (>50%)
5 = hampir selalu
Pertanyaan 7
0 = tidak; 1 = 1X; 2 = 2X; 3 = 3X; 4 = 4X; 5 = 5X

Pertanyaan 8
1 = sangat senang
2 = senang
3 = puas
4 = campuran antara puas & tidak puas
5 = sangat tidak puas
6 = tidak bahagia
7 = buruk sekali

Dalam 1 bulan terakhir ini, berapa seringkah anda:
1.Merasa masih terdapat sisa urine sehabis berkemih?
2.Harus berkemih lagi padahal belum ada 2 jam yang lalu anda baru saja berkemih?
3.Harus berhenti pada saat berkemih dan segera mulai berkemih lagi dan ini dilakukan berkali2?
4.Tidak dapat menahan keinginan untuk berkemih?
5.Merasa pancaran urine yang lemah?
6.Harus mengejan dalam memulai berkemih?
7.Dalam 1 bulan terakhir ini, berapa kali anda terbangun dari tidur padfa malam hari untuk berkemih?
8.Dengan keluhan seperti ini, bagaimanakah anda menikmati hidup ini?

Grade BPH berdasarkan colok dubur dan sisa urin
Derajat I
Colok Dubur : Penonjolan prostat, batas atas mudah diraba
Sisa volume urine : < 50ml

Derajat II
Colok Dubur : Penonjolan prostat jelas, batas atas dapat dicapai
Sisa volume urine : 50 – 100 ml

Derajat III
Colok Dubur : Batas atas prostat tidak dapat diraba
Sisa volume urine : > 100 ml

Derajat IV
Colok dubur :
Sisa volume urine : Retensi urine total

PEMERIKSAAN COLOK DUBUR
Diperhatikan konsistensi prostat : pada BPH konsistensi kenyal
Pada karsinoma prostat : teraba keras atau benjolan yang teraba lebih keras dari jaringan sekitarnya atau prostat asimetris dengan bagian yg keras

PEMERIKSAAN SISA URINE
Sisa urin setelah miksi spontan
Dgn cara:
- Mengukur urine yg msh dpt keluar dgn kateterisasi
- USG kandung kemih setelah miksi

UROFLOWMETRI
Mengukur pancaran urin pada waktu miksi
Normal = 10 – 12ml/detik; maksimal 20ml/detik
Obstruksi ringan : 6 – 8ml/detik; maksimal 15ml/detik

RADIOLOGI
IVP
- Pembesaran prostat lesi pada dasar kandung kemih
- Menunjukkan perlambatan pengosongan kandung kemih
- Membedakan derajat obstruksi
- Penebalan otot kandung kemih
Foto polos
- Penyakit ikutan: batu sal kencing
- Hidronefrosis
- Sisa urine
- Divertikulum
USG
- Pembesaran prostat
- Volume buli2
- Sisa urine
- Keadaan patologi lain
Pemeriksaan lain: Sistografi, Sistokopi

PENATALAKSANAAN
Observasi
Pada klien dengan keluhan ringan
Nasehat :
- Mengurangi minum sebelum tidur
- Menghindari dekongestan (parasimpatolitik)
- Mengurangi kopi dan menghindari alkohol  mengurangi frekuensi
- Kontrol tiap 3 bulan, untuk :
Keluhan??
Sisa kencing??
Colok dubur

Medikamentosa
Mengurangi resistensi leher buli2 : Golongan Alfa Blocker
Mengurangi volume prostat : menurunkan kadar testosteron/ dehidrotestosteron (DHT)

Pembedahan
Indikasi absolut pembedahan:
- Retensi urine berulang
- Hematuria
- Tanda penurunan fungsi ginjal
- ISK berulang
- Tanda obstruksi berat : hidroureter, hidronefrosis
- Batu saluran kemih
Macam:
- TUR-P : Transurethral Resection of the Prostate)
- Pengangkatan dgn bedah terbuka terdapat 3 tipe
- TUIP : Transurethral Incision of the Prostate)
- Therapy invasif minimal

Pilihan prosedur bergantung pada:
1.Ukuran kelenjar
2.Keparahan obstruksi
3.Usia pasien
4.Kondisi pasien
5.Adanya penyakit yang berkaitan

ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
1.Eliminasi :
- Penurunan kekuatan aliran urine, tetesan
- Ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih
- Frekuensi
- Nokturia, disuria, hematuria
- ISK berulang, riwayat batu
- Konstipasi
- Masa padat abdomen bawah (distensi KK)
- Nyeri tekan KK
- Hernia inguinalis, hemoroid
2. Diet
- Anoreksia, mual, muntah
3. Nyeri/kenyamanan
- Nyeri suprapubis, panggul atau punggung
- Demam
4.Seksualitas
- Penurunan kekuatan kontraksi ejakulasi
- Takut inkontinensia/menetes selama berhubungan

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Pre Operasi
1.Retensi urine b.d obstruksi mekanik, dekompensasi otot detrusor, ketidakmampuan KK berkontraksi dgn adekuat
2.Nyeri b.d iritasi mukosa, distensi KK, infeksi
3.Risiko kekurangan volume cairan b.d diuresis paska obstruksi kronis
4.Ansietas b.d perubahan status kesehatan, masalah ketidakmampuan seksual, kemungkinan prosedur bedah
5.Kurang pengetahuan b.d kurang terpajan, slah informasi
6.Risiko infeksi b.d penggunaan kateter, retensi urine

Post operasi
1.Perubahan eliminasi urine b.d obstruksi mekanikal: bekuan darah, edema
2.Risiko kekurangan volume cairan b.d kesulitan mengontrol perdarahan
3.Risiko infeksi b.d prosedur invasif, insisi bedah
4.Nyeri b.d diskontinuitas jaringan, iritasi mukosa
5.Risiko disfungsi seksual b.d situasi krisis, keterlibatan area genital
6.Kurang pengetahuan b.d kurang terpajan, salah informasi

PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI
Tujuan
1.Pra operasi
- Penurunan ansietas
- Pengajaran tentang masalah prostat & pengalaman peri operatif
2.Post operasi
- Koreksi gangguan volume cairan
- Peredaan nyeri & ketidaknyamanan
- Pencegahan infeksi
- Kemampuan melakukan aktivitas mandiri
- Tidak adanya komplikasi

INTERVENSI
1.Menghilangkan Nyeri
- Tirah baring 24 jam pertama
- Tindakan mengurangi nyeri
- Preparat analgesik
- Tindakan menurunkan ansietas
- Memantau pola berkemih, distensi kandung kemih, kateterisasi

2.Penyuluhan Pasien & Pemeliharaan Kesehatan
- Mobilisasi bertahap
- Latihan otot berkemih
- Tegangkan otot perineal dgn menekan bokong bersamaan; tahan; rileks. Dilakukan 10 – 20X tiap jam
- Memutuskan aliran urine setelah mulai berkemih, tunggu beberapa detik dan lanjutkan berkemih
- Minum cukup
- Tanda2 komplikasi untuk segera lapor

3.Memantau & Mengatasi Resiko Komplikasi
a. Hemoragi
- Prostat hiperplasi terdapat banyak pembuluh darah kalau pecah risiko perdarahan & syok
- Drainase diawali dgn urine kemerahan, merah muda dan jernih sedikit merah muda dlm 24 jam setelah pembedahan

b. Infeksi
- Penggantian balutan dgn aseptik
- Observasi TTV
- Mandi rendam
- Antibiotik
c. Kateter terobstruksi
- Obstruksi menyebabkan distensi kapsula prostat dan beresiko hemoragi
- Pastikan kateter lancar
- Pantau abdomen bagian bawah
- Kantung drainase, balutan dan letak insisi diperiksa thd perdarahan
- Observasi TTV

0 komentar:

Poskan Komentar