Welcome to my blog :)

rss

23 Apr 2010

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN STRICTURE URETHRA

LATAR BELAKANG
Sticture Uretra sudah sejak dahulu. Ditemukan tulisan jaman Yunani kuno ttg drainase kand kencing dgn berbagai kateter.
Stricture Uretra adl penyempitan lumen uretra ok berkurangnya diameter/ elastisitas uretra krn timbulnya jaringan ikat yg kemudian mengerut.
Disebabkab berbagai hal yi trauma, infeksi dll. Lebih sering tjd pd urethra pars bulbaris

DEFINISI
Sticture uretra adalah penyempitan diameter, berkurangnya elastisitas urethta oleh jaringan ikat yang mengkerut dan menyebabkan lumen urethra mengecil. ( Mansjoer,2003 ).

ANATOMI URETHRA
Uretra mrp sal fibriomuskular sbg sal urine dari vesika urinaria.
Uretra wanita mrp sal pendek pjg 4 cm, terletak di bagian anterior vagina. Muaranya disebut ostium urethra external, berada dlm vestibulum vagina di ventralis ostium vagina diantara kedua ujung anterior labia minora. Berjalan melalui dafragma pelvic dan diafragma urogenital.
Uretra pria termasuk kelj. Prostat, diafragma urogenital, korpus kavernosum uretra smp bag akhir glant penis. Pjg 20 cm, terbagi atas uretra anterior dan posterior

URETHRA ANTERIOR
- Pars bulbaris
- Pars cavernosa/spongiosa
- Pars glandis

URETHRA POSTERIOR
- Pars Prostatica
- Pars Membranosa
- Pars kavernosa

3 Lokasi Stricture Urethra :
- Pars membranosa
- Pars bulbosa
- Meatus urethra

ETIOLOGI
KONGENITAL
- Bisa timbul terpisah atau bersamaan dgn anomali sal kemih yg lain.
- Biasanya pd perempuanBBL.
DIDAPAT
- Trauma
- Infeksi
- Tumor
- Kegagalan pembedahan sblmnya

MANIFESTASI KLINIS
- BAK memancar kecil, lemah & turbulen
- Frekwensi BAK sering lbh 7x/hr, kdg tjd nocturia & incontinence urine.
- Dysuria & haematuria.
- Nyeri pinggang & perut bawah.
- Infeksi sal kemih.
- k/u jelek bila tjd gangg. Faal ginjal

DIAGNOSIS
Anamnese :
Berdasarkan riwayat dan gejala
Pemeriksaan fisik :
Benjolan diatas simfisis, tdp fistula jk ada komplikasi.
Radiologi :
Urethrocystography,Micturating cystourethrography,Urethrography retrograde, IVP.
Laboratorium :
Hb, Faal ginjal

KOMPLIKASI
Infeksi Traktus Urinarius
Fistula Urethrocutan
Stricture Urethra Recurent

PENCEGAHAN
Penanganan Infeksi
Hindari Pemasangan Kateter Terlalu Lama
Hati-hati saat pemasangan kateter

PENATALAKSANAAN
KONSERVATIF
Punksi, Cystostomy,
Bouginasi ( logam/plastik )

OPERATIF
Tertutup
Terbuka

ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
IDENTITAS PASIEN
UMUR : Wanita > 40 th ; Pria semua umur
JK : Lbh banyak pd laki2 drpd wanita
KELUHAN UTAMA
Kesulitan bak, pancaran urine bercabang & lemah, bak t’ tuntas.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat obstruktif sal urine, nocturia, UTI, peny. Kelamin, pembedahan sblmnya yg melibatkan uretra.
Riwayat Penyakit Sekarang
Dysuria shg klien takut bak shg urin tertahan pd sal kemih

PEMERIKSAAN FISIK
INSPEKSI :
Penyempitan meatus exsternus, pembengkakan serta fistula daerah penis, sacrotum, perineum, dan supra pubik, kemerahan/bengkak pd pelvis.
PALPASI :
Teraba jaringan scar sepanjang uretra anterior pd bag ventral penis. Muara fistula bl dipijat mengeluarkan getah atau nanah
PERKUSI :
Nyeri ketuk pd supra pubik

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.Pre operatif :
a.Retensi urine berhubungan dengan hambatan pada saluran urinarius sekunder terhadap striktur.
b.Nyeri berhubungan dengan distensi kandung kemih
c.Kurangnya pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpajan / mengingat, salah interpretasi informasi, tidak mengenal sumber informasi.

2.Post operatif :
a.Gangguan integritas kulit berhubungan dengan rusaknya integritas pertahanan primer (luka operasi).
b.Nyeri berhubungan dengan luka insisi post operasi.
c.Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan prosedur invasif, trauma jaringan , insisi bedah.
d.Resiko tinggi disfungsi seksual berhubungan dengan situasi krisis (pembedahan , keterlibatan area genetalia)

INTERVENSI
DX. 1
Kriteria Hasil :
1) Tak teraba distensi kandung kemih.
2) Residu urine < 50 ml, dgn tanda tak adanya tetesan aliran.
Intervensi :
- Awasi pemasukan dan pengeluaran serta karakteristik urine.
- Observasi aliran urine, perhatikan ukuran dan kekuatan.
- Selidiki keluhan kandung kemih penuh, palpasi untuk distensi supra pubik, perhatikan penurunan keluaran urine.
- Observasi perubahan perilaku atau tingkat kesadaran dan status mental
- Dorong masukan cairan sampai 3000 ml sehari, dalam toleransi jantung bila diindikasikan.
- Awasi dan catat waktu dan jumlah tiap berkemih.
- Instruksikan metode pengosongan kandung kemih
Manuver valsava
Manuver creed
- Kolaborasi :
Pemasangan kateter

Dx. 2
Kriteria hasil :
1. Melaporkan nyeri hilang / terkontrol.
2. Tampak rileks
3. Mampu untuk istirahat/tidur dgn tepat
Intervensi :
- Kaji faktor penyebab dan penunjang
- Instuksikan tehnik pengosongan kandung kemih
- Berikan tindakan kenyamanan, membantu pasien melakukan posisi yang nyaman, mendorong penggunaan relaksasi atau latihan nafas dalam.
- Berkolaborasi dalam pemberian obat analgetik

DX. 3
Kriteria Hasil :
- Menyatakan pemahaman proses penyakit / prognosis
- Mengidentifikasi hubungan tanda / gejala proses penyakit
- Berpartisipasi dlm program pengobatan
Intervensi :
- Kaji ulang proses penyakit, pengalaman pasien.
- Berikan informasi tentang anatomi dasar, kondisi, prognosis, dan terapi. Dorong pertanyaan dan tingkatkan dialog tentang masalah.
- Kaji ulang tanda / gejala yang memerlukan evaluasi medik, contoh penurunan haluaran urine, ketidakmampuan untuk berkemih, adanya demam / menggigil.

DX. 4
Kriteria Hasil :
- Menunjukkan penyembuhan luka sesuai waktu tanpa komplikasi
- Menunjukkan perilaku utk meningkatkan kesembuhan
Intervensi :
- Berikan keamanan selama ambulasi
- Beri penguatan pada balutan awal/penggantian sesuai indikasi. Gunakan tekhnik aseptic yang ketat.
- Secara hati-hati lepasakan perekat(sesuai arah pertumbuhan rambut) dan pembalut pada waktu mengganti
- Periksa tegangan balutan.Beri perekat pada luka insisi menuju ke tepi luar dari balutan luka.
- Periksa luka secara teratur, catat karakteristik dan integritas kulit
- Kaji jumlah dan karakteristik cairan luka
- Ingatkan klien untuk tidak menyentuh area luka
luka, Bantu dengan melakukan debridemen sesuia kebutuhan
- Kolaborasi antibiotik

DX. 5
Kriteria Hasil :
- Melaporkan nyeri hilang atau terkontrol
- Tampak rileks,
- Mampu istirahat / tidur dengan tepat
Intervensi :
- Catatlah lokasi, lamanya, intensitas (skala 0 – 10) dan penyebaran, perhatikan tanda non verbal
- Jelaskan penyebab nyeri dan pentingnya melapor ke perawat terhadap perubahan kejadian atau karakteristik nyeri
- Berikan tindakan kenyamanan, ajarkan tehnik relaksasi destraksi
- Berkolaborasi dalam pemberian obat

DX. 6
Kriteria Hasil:
- Mencapai waktu penyembuhan
- Tidak mengalami tanda2 infeksi
Intervensi :
- Pertahankan sistim steril pada luka operasi, berikan salep antibiotik disekitar luka
- Ambulasi dengan kantung drainase
- Awasi tanda vital, perhatikan demam ringan, menggigil, nadi dan pernafasan cepat, gelisah, peka, disorientasi.
- Rawat luka
- Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi

DX. 7
Kriteria Hasil :
- Tampak rileks dan melaporkan ansietas menurun sampaitingkat dapat diatasi
- Menyatakan pemahaman situasi individual
- Menunjukkan keterampilan pemecahan masalah
Intervensi :
- Berikan keterbukaan pada pasien / orang terdekat untuk membicarakan tentang masalah dan fungsi seksual
- Berikan informasi yang akurat tentang harapan kembalinya fungsi seksual
- Instruksikan latihan perineal dan interupsi / kontinue aliran urine
- Kolaborasi rujuk ke penasihat seksual sesuai indikasi

0 komentar:

Poskan Komentar